Type to search

Panduan bagi Umat Islam Menggapai Kesehatan Spiritual

Share

Topik kita sekarang yaitu panduan bagi umat Islam menggapai kesehatan spiritual. Setiap muslim, apapun profesi dan bagaimana pun kondisinya, perlu mengetahui hal-hal dasar tentang agamanya. Hanya dengan ilmu yang benar dan amal yang shalih seseorang dapat meraih kebahagian dunia dan akhirat.

Panduan bagi Umat IslamPanduan bagi umat Islam

Sebelum mempelajari ilmu-ilmu agama, sebaiknya Anda perlu memahami panduan bagi umat Islam berikut ini :

Iqra’ (Bacalah!)

Iqra’ (bacalah!), adalah perintah Allah yang disebutkan dalam awal surat al-Alaq, ayat Al Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Meskipun perintah ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW tetapi meliputi juga perintah untuk umat beliau. Allah berfirman dalam Surat Al Alaq yang artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS Al-Alaq: 1 – 2)

Makna Iqra’

Kata iqra’ berasal dari kata qara’a yang maknanya membaca, menelaah, mempelajari, membacakan atau menyampaikan. Jadi perintah iqra’di atas punya cangkupan yang sangat luas. Tidak hanya sekedar perintah membaca namun juga perintah untuk merenungi, menganalisa dan sebagainya.

Kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), tetapi diperintah untuk “membaca”. Hal tersebut menunjukkan bahwa “membaca” tak selalu harus berupa membaca tulisan, namun juga termasuk mendengarkan, mengamati, merenungkan dan lain-lain.

Apa yang Harus Dibaca?

Jika kita mencermati ayat diatas, tidak disebutkan objek yang harus di-iqra (dibaca). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan dari apa yang mesti dibaca atau dipelajari. Bahan bacaan sebagai panduan bagi umat Islam ini bisa meliputi :

  • ayat-ayat syar’iyah (Al-Qur’an),
  • ayat-ayat kauniyah (alam semesta), dan
  • termasuk juga pelajaran dalam diri manusia sendiri.

Manusia hendaknya mempelajari apa yang bermanfaat baik dalam urusan dunia atau akhirat.

Dalam ayat di atas Allah mengikat perintah membaca dengan “(menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” Hal ini mengingatkan agar manusia dalam membaca atau belajar supaya selalu bersandar dan meminta pertolongan kepada al Khaliq (sang Pencipta). Juga mengingatkan bahwa tujuan dari membaca (apa pun objek yang dibaca) adalah mencari ridha sang Khaliq, yaitu Allah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta.

Manusia tak diciptakan untuk hal yang sia-sia dan dibiarkan begitu saja, namun manusia diperintah dan dilarang. Supaya mengetahui perintah dan larangan Allah maka manusia perlu membaca dan belajar. Dan ini merupakan panduan bagi umat Islam untuk menggapai kesehatan spiritual.

Ilmu Adalah Kemuliaan dan Karunia dari Allah

Allah mengulang kembali perintah membaca ini dalam ayat selanjutnya. “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam (pena). Dia mengajar pada manusia apa yang tak diketahuinya.” (QS Alaq: 3 – 5)

Di antara bentuk rahmat dan kasih sayang Allah SWT pada manusia yaitu mengajarinya ilmu dan memberinya kemampuan buat belajar. Allah menurunkan petunjuk atau panduan bagi umat Islam dan mengutus para Rasul-Nya untuk mengajari manusia (khususnya orang muslim). Allah pun memberi manusia nikmat pendengaran, penglihatan dan juga hati sebagai sarana untuk mendapat ilmu.

Teruslah Belajar!

Manusia dilahirkan dalam keadaan tak tahu apa-apa. Dengan terus membaca dan belajar maka manusia akan semakin berilmu. Hanya dengan ilmu manusia dapat membedakan hal-hal baik dan buruk, juga benar dan salah. Serta hanya dengan ilmu manusia tahu perintah dan larangan Allah.

Ilmu akan bikin seseorang makin arif dan bijaksana dalam segala sesuatu. Ilmu akan mengangkat derajat manusia. Bacalah! Merupakan perintah ilahi yang sangat mulia dan penting. Tak mengherankan mengapa Allah mulai dengan perintah ini di awal-awal menurunkan Al-Qur’an. Mari terus “membaca” dalam hidup ini!

Mengamalkan dan Mendakwahkan Ilmu

Tujuan utama seseorang belajar tak sekedar untuk mendapatkan ilmu. Namun mesti disertai pengamalan dan usaha buat mendakwahkan ilmu tersebut. Ilmu dan amal ialah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Seseorang yang berilmu namun tak diamalkan maka tak ada gunanya. Bahkan dia menjadi orang yang dimurkai oleh Allah SWT seperti orang-orang Yahudi.

Sebaliknya, orang yang beramal namun tanpa disertai ilmu maka akan tersesat seperti orang-orang Nashrani dan yang semisalnya. Seorang muslim yang sejati berusaha terus belajar, lalu mengamalkan dan mendakwahkan ilmu yang dimilikinya sesuai dengan kemampuannya. Dan ini adalah panduan bagi umat islam menggapai kesuksesan dunia akhirat.

Memahami Tujuan Hidup yang Hakiki

Apa tujuan dari hidup ini? Pertanyaan ini kadang kala muncul dari dalam diri seseorang. Memahami tujuan hidup sangat penting karena hal itu yang akan mengarahkan seseorang dalam hidup ini. Sebagai seorang muslim, kita mesti menyakini bahwa tak mungkin Allah SWT menciptakan manusia begitu aja tanpa tujuan yang jelas. Tidak mungkin manusia diciptakan untuk hal yang sia-sia karena ada panduan bagi umat Islam mengenai ini.

Allah berfirman:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja (tanpa ada maksud), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115)

Tujuan hidup yang agung: ibadah

Allah menciptakan manusia untuk tujuan-tujuan yang agung. Di antara tujuan yang agung tersebut ialah agar manusia beribadah pada Allah dan supaya manusia menyebarkan kebaikan di muka bumi. Kita sudah selayaknya beribadah kepada Allah SWT. Karena Allah sudah menciptakan kita dan memberi kita rezeki serta Allah yang mengatur alam semesta ini.

Sebagai panduan bagi umat islam mengenai tujuan hidup, Allah berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menghamba kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat: 56)

Hanya dengan beribadah dan menghambakan diri pada al-Khaliq (sang pencipta) hidup kita akan merasakan kebahagiaan. Orang-orang yang lalai dalam ibadah maka hidupnya akan terasa gersang. Begitu juga orang-orang yang menghambakan diri pada selain-Nya seperti hawa nafsu, harta, jabatan & yang lainnya maka hatinya akan diliputi kegundahan. Hanya dengan beribadah pada Allah SWT, kita akan mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat.

Perlu dipahami bahwa ketika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya bukan berarti Allah butuh pada kita. Allah adalah Dzat yang Maha Mampu dan Maha Kaya, Allah tidak butuh hamba-Nya (Lihat QS. Adz Dzariyaat: 57). Hakikatnya Allah memerintahkan ibadah untuk kebaikan manusia. Allah akan memberi balasan yang terbaik di dunia ataupun di akhirat. Dan ini ada dalam panduan bagi umat Islam (Alqur’an dan Hadist).

Dimensi Ibadah

Perlu diketahui bahwa dimensi ibadah itu sangat luas, ia meliputi segala sesuatu yang diridhai Allah baik berupa perkataan maupun perbuatan baik yang nampak maupun tersembunyi. Sungguh indah definisi atau makna ibadah yang dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Ibadah meliputi segala sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT dan diridhai-Nya. Baik itu berupa perkataan ataupun perbuatan, yang tersembunyi ataupun yang nampak.

Maka hal-hal berikut merupakan panduan bagi umat Islam dan termasuk bagian dari ibadah (al-’Ubudiyah hal 6).

  • Rukun islam yakni shahadat, shalat, zakat, puasa dan haji.
  • Jujur dalam bicara dan menunaikan amanah.
  • Berbakti kepada kedua orang tua.
  • Menyambung tali kekerabatan (silaturrahim) dan menepati janji.
  • Memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar.
  • Berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq.
  • Berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil dan orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja.
  • Do’a dan dzikir.
  • Membaca Al Qur’an.
  • dan yang semisalnya.

Jadi, ibadah tidak sekedar meliputi hal-hal yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Sang Khaliq seperti shalat. Ibadah memiliki cangkupan sangat luas bisa dibaca di panduan bagi umat Islam. Seorang muslim hendaknya senantiasa meniatkan setiap nafas kehidupannya hanya untuk Allah semata.

Begitu juga dalam kehidupannya, harus berupaya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi yang lain. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW yaitu, “Sebaik-baiknya manusia ialah mereka yang paling berguna untuk manusia lainnya”. (HR. Thabrani, dihasankan Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3289)

Jadikan Akhirat Tujuan Hidup yang Utama

Panduan bagi umat Islam mengenai akhirat adalah tujuan utama seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Barangsiapa yang tujuan hidupnya yakni dunia, maka Allah SWT akan

  • mencerai-beraikan urusannya,
  • menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan
  • ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya ialah negeri akhirat, maka Allah akan

  • mengumpulkan urusannya,
  • menjadikan kekayaan di hatinya, dan
  • dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Dishahihkan syaikh Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no. 950)

Ingat! Hidup ini adalah pilihan dan ia terus berjalan. Bila tujuan hidup benar insyaallah kita akan selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bila kita salah arah maka hanya kesengsaraan dan kebinasaan yang didapat.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Semua manusia setiap harinya melanjutkan perjalanan hidupnya. Mereka keluar mempertaruhkan dirinya, ada yang membebaskan dan ada juga yang mencelakakan dirinya!” (HR. Muslim)

Petunjuk dalam Urusan Agama dan Urusan Duniawi

Hukum asal masalah ibadah secara umum adalah tauqifiyah, yaitu jalankan sesuai yang diperintahkan syariat (lihat panduan bagi umat Islam). Janganlah mengada-ada dalam urusan agama atau bid’ah walaupun itu baik (seolah-olah). Agama ini bukan buatan manusia. Allahta’ala yang menurunkan agama ini dari langit lewat rasul-Nya yang mulia. Tidak boleh seseorang berinovasi dalam urusan agama. Allah SWT sendirilah yang menyatakan bahwa agama Islam ini sudah disempurnakan.

Allah berfirman dalam QS. Al Maidah: 3, yang artinya:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku untukmu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”

Jika suatu perkara disebut sempurna, maka dia tidak memerlukan penambahan maupun pengurangan. Orang yang mengada-ada dalam permasalahan agama maka seolah-olah ia sudah menuduh agama ini belum sempurna! Seolah-olah masih ada yang kurang dari agama ini sehingga perlu ditambah. Apakah ia merasa lebih tahu dari Allah dan Rasul-Nya dalam urusan agama? Dengan tegas Rasulullah menyatakan bahwa barangsiapa mengada-adakan sesuatu dalam masalah agama maka hal tersebut tertolak.

Panduan bagi umat Islam dari Ummul mukminin ‘Aisyah RA, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan (agama) kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Hadits di atas tersebut jelas keshahihan riwayatnya dan juga jelas maknanya. Sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama maka ia akan tertolak. Berbeda dengan urusan-urusan duniawi yang mana hukum asalnya ialah mubah (boleh) kecuali yang dilarang oleh syariat. Kita dibolehkan membuat inovasi dalam urusan duniawi seperti inovasi dalam alat transportrasi, alat komunikasi dan lain sebagainya. Rasulullah bersabda, “Kalian lebih tahu masalah dunia kalian”. (HR. Muslim no. 2363)

Kaidah Ibadah

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan dalam panduan bagi umat islam ini oleh para ulama dalam kaidah fiqih. Kaidah tersebut yaitu “hukum asal dari ibadah adalah tawaquf (diam)” dan juga kaidah: “hukum asal dari adat kebiasaan manusia adalah mubah”.

Sungguh indah apa yang disampaikan Syaikh Sa’diy RA dalam mandhzumah qawa’idul fiqhiyah-nya. “Asal dari adat kebiasaan kita (manusia) ialah mubah hingga ada (dalil) yang memalingkan kemubahan tersebut. Dan tidaklah disyariatkan dari masalah (agama) ini kecuali yang disebutkan dalam syariat.”

Panduan bagi umat Islam ini, selain untuk kesehatan spiritual, kesehatan fisik dan finansial juga wajib dijaga. Peluang bisnis dari kami ini.

Daftar Segera!!

Daftar Kelas dan Webinar Gratis

Demikian informasi seputar panduan bagi umat islam menggapai kesehatan spiritual, semoga artikel ini membantu Anda. Tolong artikel panduan untuk muslim ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *