Type to search

Otak Kanan dan Keajaibannya

Share

Sudah banyak para pakar membahas tentang otak kanan dan keajaibannya. Otak ajaib penuh dengan kreatifitas dan imajinasi, kuncinya adalah dikeseimbangan antara kanan dan kiri. Dengan seimbang tentunya akan lebih terarah dan rapih. Allah sudah memberikan kedua belah otak kita untuk saling bersinergi bukan. Bukan tanpa alasan Allah menciptakan keduanya di kepala kita.

Otak Kanan

Keajaiban Otak Kanan

Cuma memang di Indonesia, negara kita tercinta ini semakin jenjang sekolah kita tinggi semakin otak kiri yang senantiasa diasah. Ini yang bikin otak kanan pelajar menjadi tidak terasah. Perlu dipelajari tentang teknik dan cara untuk mengasahnya.

Secara garis besar, otak kanan adalah otak para jenius, otak kesuksesan, dan otak kekayaan. Pernahkah anda melihat simbol- simbol di jalan tol yang bunyinya “gunakan lajur kanan untuk mendahului”? dari manakah Al-Qur’an mulai dibuka? Apa arti kanan dalam bahasa Inggris? Apa arti right dalam bahasa Indonesia? Jawabannya adalah “benar”. Benar = Right = Kanan. Unik bukan?

“Mulailah dengan yang kanan” sering sekali kita mendengar kalimat ini. Kalau sudah didahului dengan yang kanan lalu selanjutnya dengan otak kirinya. Analisis tetap dibutuhkan. Namun, kalau terus menganalisis maka tidak akan jalan-jalan apa yang kita inginkan.

“Mulailah dengan yang kanan” sesungguhnya sebuah nasihat yang sering kita dengar dari dahulu kala sampai saat ini. Artinya otak kanan seharusnya kita gunakan diawal sebelum akhirnya kita kombinasikan dengan otak kiri. Action dulu baru otak kiri kita jalankan dan optimalkan. Kalau otak kiri dulu yang kita mulai, maka yang ada adalah mikir terus. Kapan mau mulai kalau berpikir terus.

Ibaratnya kalau ada seorang kakek-kakek sedang di tengah jalan lalu ada bis lewat, kalau pakai otak kiri si kakek akan menghitung dulu seberapa banyak langkah yang harus dia keluarkan. Lalu ia mencari-cari rumus matematika kecepatan bis itu berapa.

Kalau seperti itu caranya si kakek tidak akan bisa “lewat”. Kalau si kakek pakai otak kanan, dia bakal menghindar langsung. Walaupun harus merangkak. Itu salah satu contoh tentang perbedaan otak kiri dan kanan yang sering terjadi di dunia nyata.

Membedakan Otak Kiri dan Kanan

Cara membedakan yang kiri dengan yang kanan itu mudah. Kiri biasanya cepat pusing karena terlalu pemikir dan banyak hitung-hitungan. Tapi berbeda dengan kanan, ia selalu terlihat enjoy dan terampil, cerdas dalam segala hal dan kreatif dalam pemikiran. Bisa menyikapi masalah dengan positif karena besar kecil masalah bukan masalah itu sendiri penyebabnya tetapi respon kita terhadap masalah yang kita hadapi. Oleh karenanya, ambil hikmah dari setiap masalah dan positive thinking.

Orang jenius itu selalu menggunakan kedua belah otaknya. Einstein seorang ilmuwan, Edison seorang penemu, Ernest Hemingway seorang cerpenis dan yang lainnya, mereka jago menggunakan otak kanan dan kirinya. Hasilnya, orang-orang tersebut lebih tahan lama dalam berkreasi. Kegagalan demi kegagalan tidak menjadikannya runtuh, tapi justru semakin tertantang untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.

Memanfaatkan Otak Kiri dan Kanan

Banyak orang setelah memanfaatkan kedua belah otaknya karirnya cepat melejit, pelajaranpun gampang dipahami. Ini membuktikan bahwa mereka sudah memahami cara kerja otak mereka. This is the key. Ini kuncinya, pahami cara kerja otak kanan dan kiri kita dan nikmatilah.

Orang yang merasa dirinya bodoh, sebenarnya tidak ada yang bodoh. Karena Allah sudah menciptakan otak yang sama pada setiap manusia. Yang membedakan adalah si orang yang merasa dirinya bodoh tersebut tidak faham dengan dirinya sendiri. Ini kunci kedua. Fahami diri sendiri.

Jika si orang “bodoh” ini sudah memahami tentang dirinya, maka dia akan melejit hidupnya karena dia tahu apa yang harus dilakukannya. Mungkin dia tidak mahir di bidang sains, tapi ia mahir di bidang olah raga. Atau mungkin dia lebih suka melukis, atau mungkin juga dia lebih suka berkawan dan banyak ngobrol. So, setelah bisa melihat ke dalam dirinya, maka langkah selanjutnya adalah tinggal memolesnya saja.

Ketika seseorang hampir setiap hari dipanggil ke bimbingan konseling di sekolah, karena dia lebih suka bermain game di komputer atau lebih suka mengutak-atik komputer di rumahnya, bukan berarti dia bodoh atau tidak punya kegiatan. Pernahkah Anda mendengar bahwa justru orang-orang seperti itu yang pada akhirnya mampu menciptakan hal-hal besar dan tidak disangka-sangka?

Banyak orang jenius justru pada awalnya di-DropOut dari sekolah karena guru dikelasnya mengatakan, “Anak Ibu tidak dapat mengikuti pelajaran, jadi terpaksa kami keluarkan dari sekolah ini”. Kalimat inilah yang diterima orang tua Albert Einstein.

Sebagai seorang ibu, tentu saja kalimat seperti itu sangat menyakitkan. Namun sang ibu malah bertekad untuk mendidik anaknya sendiri. Walhasil jadilah Einstein seorang jenius berkat didikan yang tepat dengan otak kanan.

Otak Kreativitas

Otak kanan adalah otak yang dapat mengasah kreativitas, sehingga dapat menjadikan anda lebih jenius dari sebelumnya. Hal ini bukan berarti otak kiri sama sekali tidak diperlukan. Tetapi urutannya adalah otak kanan terlebih dahulu baru otak kiri.

Kalau dalam bisnis kita biasa mengenal prinsip ‘jalan dulu baru mempertimbangkan bagaimana cara mengembangkan bisnis’. Maka dalam belajar otak kanan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam kaitannya dengan pelajaran.

a. Si Bodoh Yang Menjadi Kaya

Otak kanan itu ajaib jika sudah optimal digunakan. Tanpa otak kanan, dunia itu terasa sempit. Wright bersaudara membuat pesawat udara karena mereka mengoptimalkan otak kanannya. John Logie Baird menemukan televisi karena kreativitasnya yang tinggi. Otak kanan adalah otak yang menjadi kekuatan dan kecerdasan. Ia akan lebih optimal jika dibantu dengan otak kiri. Artinya kanan dulu baru kiri. Ini prinsipnya.

Contoh lain pada masa sekarang yang menggunakan otak kanannya dengan kreatif adalah seorang anak yang berasal dari Singapura. Kehidupan akademiknya tidak begitu bagus di masa sekolah dasar dan SMP. Adam Khoo namanya. Ia dijuluki sebagai anak terbodoh di sekolahnya.

Adam Khoo tidak begitu sukses di sekolah dasar dan menengah pertama. Hal ini menjadikan orang tuanya berpikir keras agar anaknya bisa berubah dan menjadi yang terbaik di sekolahnya. Mereka menemukan bahwa cara yang biasa-biasa saja tidak akan merubah anaknya menjadi lebih baik.

Orientasi belajar yang lemah memperparah keadaan Adam waktu itu. pengorbanan orang tuanya berhasil manakala mereka menemukan sebuah training yang bisa meng-upgrade anaknya menjadi anak yang jenius sekaligus cerdas. Training itu mencerahkan Adam dan menjadikannya anak yang penuh dengan motivasi. Trik-trik optimasi otak kanan, cara-cara cerdas menghafal dan lainnya telah menyebabkannya menjadi anak yang cerdas lebih cepat dari seorang yang belajar biasa-biasa saja.

Setelah training itu prestasi Adam meningkat drastis. Ia berhasil menjadi rangking pertama di kelasnya. Selain itu ia masuk ke sebuah perguruan tinggi favorit di negaranya. Bukan hanya itu, ia dijuluki sebagai anak yang berbakat di kampusnya.

Sebuah perubahan sangat mungkin terjadi kepada siapapun. Asalkan ia tahu cara bagaimana berubah dari kehidupan yang kurang baik dan menjadi kehidupan yang lebih baik. Dan Adam Khoo tahu betul itu setelah mengikuti pelatihannya.

b. Hardware Vs Software

Suatu hari di udara yang panas di siang hari. Ada seorang murid tengah berjalan lunglai ke arah mushola. Dia berkata dalam hati “Kok ya nilaiku ngga berubah-rubah ya. Padahal sudah belajar mati-matian. Matematika sudah tak coba sebisa mungkin”.

Hidupnya terasa lebih hambar karena kejadian ini selalu berulang-ulang dari semester ke semester. Beban belajar menjadi terasa sangat menumpuk. Ia menjadi lebih prustasi karena kehidupan akademiknya tak lantas membaik. Apalagi kalau sudah bertemu dengan PR Matematika. Seperti melihat hantu yang sudah lama membuntuti.

Ia masih terheran-heran kok bisa ya orang lain mendapatkan nilai yang bagus. Tanpa disadari ia akhirnya mempelajari gaya belajar mereka. Ada yang belajar di mesjid, di rumah sambil mendengarkan lagu dan di tempat-tempat lainnya. Mereka berusaha membuat enjoy agar apa yang dipelajari berhasil dengan sangat memuaskan.

Akhirnya murid ini menyimpulkan bahwa belajar itu harus menyenangkan. Tempat dan keadaan sangat-sangat memengaruhi kegiatan belajar. Setelah ia coba ternyata memang ada sebuah perasaan yang nyaman. Namun ada hal lain yang dia ini lupakan. Ia lupa bahwa bukan hanya tempat yang menjadikan pelajaran itu lebih mudah diterima oleh otak. Tapi teknik belajar yang memang harus dirubah.

Contoh Kasus

Dulu, jaman SD tahun 90an komputer Pentium 4 adalah komputer canggih dan bergengsi. Memori 128, Hardisk 25 GB adalah sesuatu yang sangat WAH banget. Namun, hari ini orang yang masih menggunakan Pentium 4 sepertinya bakal disebut sebagai jaman batu.

Ibarat Film kartun Flinstone yang menggunakan media batu untuk menonton televisi. Sekarang komputer minimal Core Two Duo atau sejenisnya. Bahkan baru-baru ini google sudah membuat semacam Google Glass.

Google Glass ini bisa menjelajah di internet hanya dengan menggunakan kacamata yang sudah dimasukan perangkat komputer di dalamnya. Hal ini juga sama dengan otak kita. Bukan otak kita yang salah, tapi perangkat kita yang seharusnya sudah dipasang dengan perangkat atau software yang lebih canggih, tetapi masih saja menggunakan software lama. Otomatis tidak akan optimal menggunakannya.

Ada sebuah komputer yang secara Hardware prosesornya sudah canggih, memory sudah 10 GB, Motherboardnya juga sudah maju, tapi ternyata komputer itu di instal dengan windows ME, atau Windows DOS, apa yang terjadi? Akan tidak selaras.

Jikapun bisa diinstal di komputer tersebut, maka komputer tersebut tidak akan bekerja dengan maksimal. Begitu juga otak yang kita punyai. Ia tidak akan optimal penggunaannya jika tidak diinstal dengan software yang mampu mengoptimalkan otak kita. Oleh karena itu untuk mengoptimalkannya dibutuhkan trik-rik yang dapat menstimulasi otak kita agar bisa berjalan dengan canggih sebagaimana komputer tercanggih abad ini. Otak Anda adalah Hardware yang sudah menerima Software-software yang canggih.

Jadi, mulai sekarang fokuslah pada cara-cara menggunakan otak anda. Setidaknya ada tujuh cara jenius yang dapat menjadikan otak anda seperti otak orang-orang pintar. Inilah cara yang akan membuat anda menjadi cerdas dikelas dan di kampus.

c. Tes otak kiri dan kanan

Sekarang yang harus kita lakukan adalah sejauh mana otak kiri dan otak kanan kita berperan dalam kehidupan sehari-hari kita. Ini sangat penting agar kita mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan potensi kita.

Otak kiri

  • Apakah anda orang yang rapi dan teratur
  • Apakah rambut anda selalu disisir dengan rapi
  • Apakah baju anda selalu di dalam celana
  • Apakah anda suka membawa kotak pensil
  • Apakah meja anda selalu rapi
  • Apakah anda meletakkan barang-barang anda kembali pada tempatnya
  • Apakah anda suka melakukan sesuatu dengan berurutan
  • Apakah anda suka belajar bahasa
  • Apakah anda suka matematika
  • Apakah anda suka teka-teki silang

Otak kanan

  • Apakah rambut anda di tata berantakan, berdiri dll.?
  • Apakah anda suka musik
  • Apakah anda agak cerewet
  • Apakah kamar anda berantakan
  • Apakah di meja anda banyak barang yang berserakan
  • Apakah anda peduli dengan perasaan orang lain
  • Apakah anda mudah bergaul
  • Apakah anda suka olah raga
  • Apakah anda mudah melamun di kelas
  • Apakah anda suka membuat sesuatu yang kreatif atau menggambar

d. Tes Tiga Gaya Belajar

Anda tahu, ternyata setiap orang mempunyai gaya belajar masing-masing. Ada yang sangat mengutamakan pendengarannya untuk belajar, ada juga yang membacanya dengan keras-keras. Atau ada juga yang hanya dengan melihat orang belajar ilmunya sudah bisa tertransfer dengan sempurna.

Pada dasarnya ada tiga gaya belajar, yaitu Visual, Auditorial, dan kinestetik.

Visual

Gaya belajar visual menitik beratkan kepada media penglihatan. Orang dengan gaya belajarnya visual ia akan cenderung mencari sesuatu yang bisa dilihat. Ciri-ciri yang paling mudah adalah ia tidak akan percaya sebuah berita sebelum ia bisa melihatnya sendiri. Orang dengan gaya belajar visual ia akan kesulitan jika diminta harus berdialog secara langsung.

Coba Anda pahami beberapa pertanyaan di bawah dan jawablah dengan jujur iya atau tidak. Jika iya maka Anda berada di Visual. Dengan begitu Anda akan menemukan gaya belajar Anda apakah visual atau bukan.

  • Saya berbicara dengan cepat
  • Di kamar saya banyak benda-benda yang bias dilihat seperti foto-foto dan poster-poster
  • Saya lebih suka melihat peta daripada mendengar penjelasan suatu tempat
  • Saya lebih suka membaca daripada dibacakan
  • Saya suka membuat catatan
  • Saya biasanya membuat gambaran dalam pikiran saya ketika mendengar penjelasan
  • Saya suka mencoret-coret ketika bicara di telpon atau dalam suatu pertemuan rapat
  • Saya tidak terganggu oleh keributan
  • Saya teliti terhadap detail
  • Saya mengingat dengan membuat gambaran dalam pikiran saya terlebih dahulu
Auditorial

Gaya belajar Auditorial yaitu gaya belajar dengan mengandalkan pada pendengarannya. Orang yang mempunyai gaya belajar auditorial ia akan mudah menangkap dan memahami sesuatu hanya dengan mendengar. Ketika seorang dosen berbicara di depan bisa jadi ia sedang memejamkan mata untuk memahami apa yang sedang disampaikan oleh dosennya.

Ia akan berusaha mendengar kemudian mengingatnya dengan kuat. Ketika diminta untuk belalajar dengan cara menuliskan atau membaca ia akan merasa kesulitan. Inilah tipe anak yang cenderung Auditorial:

  • Saya sering berkata sendiri saat melakukan sesuatu
  • Saya mudah terganggu dengan keributan
  • Saya lebih suka dibacakan daripada membaca
  • Saya lebih suka music daripada seni
  • Saya berbicara dengan irama
  • Saya mudah menghafal lirik lagu yang saya dengar
  • Saya mengingat dengan mendengarkannya terlebih dahulu dalam kepala saya
  • Saya lebih suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu
  • Saya menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan ketika membaca
  • Saya suka mengobrol dan mudah bicara dengan siapa saja
Kinestetik

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang mengedepankan sentuhan untuk mendapatkannya. Ciri utama yang paling menonjol dari seorang kinestetik adalah ia lebih mudah memahami sesuatu jika ia memegangnya terlebih dahulu. Tanganya seperti informan yang dapat memberikan informasi kepada otaknya dan dengan itu ia lebih mudah mengingatnya.

Inilah ciri-cirinya :

  • Saya berbicara dengan pelan dan penuh jeda
  • Saya lebih suka berolahraga daripada menonton TV
  • Kamar saya selalu berantakan
  • Saat saya berbicara dengan orang lain saya akan berdiri dengan dekat
  • Saya menghafal dengan berjalan dan melihat-lihat
  • Saya tidak bias terlalu lama diam
  • Tulisan saya tidak rapih
  • Saya mudah belajar dengan mempraktekkan
  • Saat mengingat suatu pengalaman saya dapat merasakan kembali perasaan saya waktu itu
  • Saya suka menjelaskan dengan gerakan tangan

Jadi tipe gaya belajar yang mana yang Anda merasa lebih “klik”? jika sudah menemukan tipe gaya belajar sebenarnya Anda sudah setengah jalan.

Keajaiban otak kanan dan nutrisi otak untuk anak cerdas

Order Sekarang Juga

order now

Sekian informasi berkaitan dengan otak kanan dan keajaibannya, kami harap artikel kali ini berguna buat teman-teman semua. Kami berharap artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *