Type to search

Keputusan Perencanaan Keuangan Bisnis

Share

Sekarang kami akan jelaskan mengenai Keputusan Perencanaan Keuangan Bisnis. Sadarkah Anda bahwa hampir setiap keputusan yang diambil biasanya memiliki efek pada kondisi keuangan. Coba renungkan sejenak. Dari rumah menuju kantor, kendaraan apa yang ingin ditumpangi? Kendaraan umum atau kendaraan pribadi? Ujung-ujungnya harus berhitung juga mengenai biaya yang harus dikeluarkan.

Keputusan Perencanaan Keuangan Bisnis

Keputusan Perencanaan Keuangan Bisnis

Ketika berencana untuk berlibur bersama keluarga, Anda pun wajib menyiapkan dana liburan yang cukup. Belum lagi keputusan mengenai sekolah anak, asuransi, tabungan, investasi dan masih banyak lagi. Keputusan-keputusan tersebut secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap keuangan.

Tapi Anda tidak perlu cemas kalau sebagian besar keputusan dalam hidup harus berujung pada hitung-hitungan uang yang harus dikeluarkan. Jangankan Anda, setiap keputusan kecil dari perusahaan se-gede gajah pun mempengaruhi keuangan. Lagipula, bagi perusahaan, keuangan merupakan “aliran darah”. Apabila aliran darah tersebut berhenti maka otomatis, aktivitas perusahaan tersebut juga berhenti. Oleh sebab itu para bos perusahaan dituntut untuk mengambil keputusan-keputusan yang tepat, khususnya yang berhubungan dengan keuangan.

Keputusan Dasar Keuangan

E.A Helfert menguraikan hubungan antara keputusan yang diambil perusahaan dengan keuangan perusahaan. Terdapat tiga keputusan dasar yang biasanya diambil oleh perusahaan yaitu keputusan investasi, keputusan operasional dan keputusan pendanaan. Ketiga keputusan perencanaan keuangan ini terkait satu dengan yang lain dan berujung pada penciptaan nilai tambah ekonomi.

a. Keputusan Investasi

Bagi perusahaan, keputusan ini erat kaitannya dengan pembelian tanah, pembangunan pabrik atau kantor, pengadaan mesin-mesin, kendaraan operasional dan lain sebagainya. Barang-barang yang dibeli melalui keputusan ini biasanya berusia panjang dan memiliki nilai yang tinggi.

Dalam menjalani kehidupan, Anda tidak akan lepas dari keputusan investasi. Kalau baru saja menikah dan belum memiliki rumah sendiri, maka biasanya keputusan investasi yang diambil berupa pembelian rumah atau tanah. Setelah itu Anda bisa berpikir dan mengambil keputusan investasi lainnya seperti pembelian mobil, emas atau asuransi untuk diri dan keluarga.

Keputusan investasi ini memiliki pengaruh yang strategis bagi kondisi keuangan. Mengapa investasi berpengaruh pada keputusan perencanaan keuangan? Karena pada masa-masa produktif, hampir sebagian besar penghasilan akan digunakan untuk memperoleh investasi ini. Tanpa perencanaan keuangan yang baik maka Anda akan mengalami guncangan keuangan ketika suatu saat sumber pendapatan bermasalah atau terhenti. Maka penting sekali untuk merencanakan setiap aktivitas pengambilan keputusan investasi.

b. Keputusan Operasional

Keputusan operasional berkaitan erat dengan bagaimana perusahaan memenuhi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional perusahaan. Keputusan ini sangat penting digunakan dalam penentuan biaya operasional, jumlah karyawan, harga jual barang, persediaan, dsb. Perusahaan harus cermat dalam menggunakan semua sumber daya yang dimilikinya agar roda perusahaan terus berputar.

Kesalahan pengaturan keputusan perencanaan keuangan dalam keputusan operasional bisa dianalogikan seperti mobil yang kehabisan bahan bakar. Mogok, tidak bisa bergerak ke mana-mana. Lambat laun, semua bagian-bagiannya menjadi tua dan akhirnya benar-benar menjadi besi tua, karatan dan tidak berfungsi.

Jika Anda dianalogikan sebagai perusahaan, menghadapi situasi yang sama. Biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan hidup setiap bulannya, sangat tergantung pada keputusan-keputusan operasional yang Anda ambil.

Kesulitan yang dihadapi oleh hampir setiap orang adalah bagaimana mengatur pendapatan yang relatif tetap untuk menutupi kebutuhan yang kian hari kian meningkat. Peningkatan tersebut tidak hanya disebabkan oleh semakin banyaknya barang yang harus dibeli tetapi juga dipengaruhi naiknya harga barang. Dalam situasi ini, kecerdikan Anda sebagai individu perlu terus diasah. Jangan sampai keuangan mogok di tengah jalan. Jadi ambil keputusan perencanaan keuangan dengan cermat.

c. Keputusan Pendanaan

Akhirnya untuk menjalankan keputusan investasi dan operasional, perusahaan harus mencari sumber dana. Sumber dana tersebut terbagi jadi dua jenis yaitu sumber eksternal dan sumber internal. Sumber dana eksternal merupakan sumber dana yang diperoleh dari luar perusahaan seperti utang bank, utang pihak ketiga atau penerbitan surat berharga. Sedangkan sumber dana internal berasal dari dalam perusahaan sendiri, seperti penambahan modal pemilik dan laba ditahan.

Sumber Dana Perusahaan

Dalam pengambilan keputusan perencanaan keuangan ini, perusahaan perlu memperhatikan dua hal penting yaitu mencari sumber dana yang murah dan tepat. Kesalahan perusahaan dalam memilih sumber dana akan mengakibatkan biaya tinggi bagi perusahaan. Misalnya, suku bunga yang dibayar terlalu tinggi, maka beban pembayaran bunga pun menjadi naik. Tentu saja dalam batas-batas tertentu, hal itu akan mengganggu kinerja perusahaan.

Ketika Anda menghadapi persoalan pengambilan keputusan operasional dan investasi, misalnya untuk membeli peralatan elektronik dilakukan secara tunai atau kredit, maka keputusan pendanaan harus diperhitungkan secara matang. Kalau menurut Anda, dengan cara kredit akan mampu mencicil angsuran setiap bulannya, karena mendapatkan syarat mudah dan bunga yang rendah, silakan saja berutang. Pada prinsipnya, layaknya perusahaan, Anda wajib mencari sumber pendanaan yang murah dan tepat.

Kalau bisa, gunakan terlebih dahulu sumber dana internal. Karena sebenarnya, sumber dana tersebut lebih tepat, aman dan murah. Bagaimana kalau sumber dana internal tidak mencukupi? Mencari sumber dana eksternal adalah jalan keluarnya. Tapi perlu Anda catat sekali lagi, carilah sumber dana yang murah dan tepat saat membuat keputusan perencanaan keuangan!

Dalam bukunya yang berjudul Winning The Mom Market in Indonesia, Hermawan Kartajaya dan rekan-rekan mengungkapkan, layaknya penduduk Venus, kaum wanita memiliki extra sensory sensivity yang menyebabkan mereka memiliki hati dan perasaan yang lebih kuat daripada pria pada umumnya. Mereka dapat secara baik menggunakan empatinya terhadap orang lain.

Keadaan ini yang mendukung mengapa kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut begitu kuat di pasar ibu. Ini pula yang dipakai banyak produsen demi meningkatkan penjualannya yaitu memanfaatkan faktor emosional konsumen. Lihat saja bagaimana para produsen ramai-ramai menyerbu pasar ibu. Para ibu khususnya, dan wanita pada umumnya, memang pasar yang sangat menjanjikan.

Rencana Keuangan Pribadi (RKP)

RKP merupakan rekaman kondisi keuangan Anda. Tujuannya supaya Anda memiliki “kompas” sebelum memutuskan sesuatu.

Contoh sebuah RKP dalam keputusan perencanaan keuangan bisnis.

Laporan Pendapatan dan Pengeluaran Ibu Ani per 1 tahun

Keterangan (Rp)
Pendapatan
Total pendapatan 91.500.000
Pengeluaran
1. Biaya angsuran pinjaman rumah 32.000.000
2. Biaya personal care (baju, sepatu, tas, dll) 6.000.000
3. Biaya total makan (di rumah, jajan di luar) 9.000.000
4. Biaya total transportasi 6.000.000
5. Biaya total rekreasi 5.000.000
6. Biaya asuransi 8.400.000
7. Biaya lain-lain (sekolah, listrik & biaya tak terduga 6.500.000
Total biaya 72.900.000
Sisa Pendapatan 18.600.000

Ibu Ani berencana untuk menambah aset sebuah mobil seharga Rp 180 juta yang akan diangsur selama 5 tahun ke depan, dengan bunga 5%/tahun, flat. Masalahnya, apakah dengan kondisi saat ini yang terlihat dalam RKP layak untuk meningkatkan aset sebesar Rp 180 juta?

Kalau kita cermati, Ibu Ani hanya memiliki dana internal yang tersisa sebesar Rp 18,6 juta per tahun. Kalau disederhanakan menjadi Rp 1,55 juta per bulan. Jika dihitung, uang sebesar itu tidak akan cukup dipakai untuk mengangsur pinjaman baru sebesar Rp 3,7 juta per bulan ((Rp 180 juta x 5% x 5 thn : 12 bln)) + ((Rp 180 juta : 60bln)).

Terlihat Ibu Ani mengalami defisit sebesar Rp 2,15 juta. Untuk itu, ia harus menaikkan pendapatan bersihnya minimal Rp 2,15 juta atau 138% dari pendapatan bersih sebelumnya.

Bisa dibayangkan seandainya Ibu Ani nekat mengambil pinjaman mobil. Apa yang akan terjadi pada kondisi keuangan Ibu Ani? Kalau tidak ada perencanaan yang baik, maka efek keputusan investasinya akan berpengaruh serius terhadap kondisi keuangannya. Defisit dan akhirnya “mogok”!

Berpikir realistis dan tenang merupakan langkah awal yang harus Anda miliki sebelum mengambil keputusan apapun yang berkaitan langsung maupun tidak langsung terhadap keuangan Anda. Intinya, Anda harus bisa mengukur diri sendiri dalam keputusan perencanaan keuangan.

Tips Merencanakan Keuangan

Berikut beberapa tips dalam membuat keputusan perencanaan keuangan bisnis :

  1. Pahamilah bahwa setiap keputusan apapun baik operasional, investasi atau pendanaan yang Anda ambil akan berdampak pada keuangan Anda.
  2. Jika Anda ingin meningkatkan nilai aset Anda, utamakan terlebih dahulu sumber dana internal, baru kemudian jika tidak mencukupi carilah alternatif sumber dana eksternal dengan dua syarat ketat, MURAH dan TEPAT!
  3. Cermati Rencana Keuangan Pribadi (RKP) Anda. Ukur diri dan cari jalan keluar yang kreatif jika terdapat defisit dalam RKP.

Keputusan perencanaan keuangan pada bisnis yang tepat

Daftar Sekarang Juga

Daftar Kelas dan Webinar Gratis

Demikian informasi perihal keputusan perencanaan keuangan bisnis, kami harap postingan ini berguna buat teman-teman semua. Kami berharap postingan ini dishare biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up